Sabtu, 13 Februari 2016

Xi’an, Kota Tua yang Penuh Sejarah


Saat liburan musim dingin tiba, saya bersama sahabat berinisiatif membulatkan tekad untuk sebuah perjalanan yaitu untuk dapat mengunjungi kota-kota dimana penuh dengan sejarah Islam dan keindahan akan bangunan-bangunan yang sudah di bangun ribuan tahun lalu dan masih terjaga sampai sekarang ini.
Tidak afdhal rasanya kita sebagai muslim jika sudah bermukim di China ( Tiongkok) dalam jangka waktu yang sedikit lama tidak dapat mengunjungi kota dimana kota pertama masuknya Islam yang kaya akan sejarah ini.
Situs-situs sejarah peninggalan zaman kerajaan yang masih utuh dan berdiri kokoh di kota Xi’an menjadi hal yang sangat menarik untuk kita kunjungi dan menambah lengkapnya mozaik wisata di kota penuh sejarah ini.
Negara China yang penduduknya lebih dominan tidak memiliki keyakinan atau atheisme, namun Islam semakin eksis di tengah-tengah belantara yang penduduknya yang komunis. Walaupun China ini berpemahaman atheis yg lebih di kenal oleh masyarakat luas namun Islam berkembang di dalamnya, sebagian besar terkonsentrasi di, Xinjiang, Ningxia, Gansu, Qinghai dan khususnya Xi’an yang sudah sayadi kunjungi ini juga menyebar di daerah-daerah lain. Dan berharap lebih banyak untuk bisa menjelajahi dan tau lebih banyak lagi tentang perkembangan Islam di negeri Minoritas Muslim ini yang berada di kota-kota lain.
Kota Xi'an merupakan ibukota dari provinsi Shaanxi di negara Republik Rakyat Tiongkok. Kota Xi'an merupakan kota tujuan kami pada liburan musim dingin ini. Kami berkunjung ke kota tersebut karena banyak cerita menarik dari masyarakatnya, kami tiba di Kota Xi'an pada pagi hari setelah melakukan perjalanan selama 13 jam melalui jalur darat dari Kota Wuhan menuju Kota Xi'an, kami menggunakan transportasi kereta api. Dalam jangka waktu dua hari kami memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk bisa mengunjungi lebih banyak tempat dimana akan banyak sejarahnya.
Sesampai di sana, saya langsung terlihat sebuah dinding besar tembok besar atau lebih di kenal dengan City Wall yang terbentang di Kota Xi’an, yang  hampir sama halnya dengan Tembok Besar atau bahasa kerennya ialah Great Wall yang ada di pusat Ibukota yaitu di Beijing. Dan ini membuat saya semakin bersemangat untuk memulai sebuah pertualangan.
Dalam perjalanan kami, lirikan mata dan buah bibir orang-orang China tertuju pada kami di karenakan kami terlihat asing bagi mereka apalagi teman kami menggunakan Jilbab, bahkan ada yang bertanya langsung kepada kami dari mana datangnya untuk menghilangkan rasa penasarannya diri mereka terhadap kami.
Berkunjung ke Kota Xi’an tanpa mengunjungi masjidnya tentu saja terasa tidak lengkap karena disanalah jantung kampung Muslim yang sesungguhnya. Masjid tersebut berada di tengah kawasan, yang mana untuk menuju kesana kita mesti melewati lorong-lorong di antara toko-toko penjual pernak pernik, cindera mata dan pakaian juga makanan.
Salah satu yang tergambarkan dipikiran oleh kita ialah setiap Mesjid itu berkubah besar dan khas Arabnya, namun berbeda dengan di China Khususnya Kota Xi’an. Keindahan Masjid tertua di Negara China dengan mengkombinasikan gaya arsitektur China dan Arab, Kota Xi'an adalah bukti sejarah bekembangnya umat musim di China. Masjid ini memiliki arsitektur seperti seperti kuil tradisional China, dengan banyak halaman dan pagoda. Namun semakin ke dalam, akan semakin terasa nuansa islaminya, berupa hiasan kaligrafi Arab dan China.
Keindahan dan kebersihan Kota Tua ini membuat terkagum-kagum dan mata dimanja oleh keunikannya juga ke klasikan bangunan yang masih terjaga seperti sediakalanya. Kini Kota Xi’an telah menjadi kota megapolitan di China, namun berbagai peninggalan sejarah kota yang pernah menjadi ibu Kota kerajaan China kuno tersebut dapat dengan mudah dijumpai karena tetap dilestarikan dan dirawat dengan baik.
Kota Xia’an adalah salah satu kota yang  berada di China yang patut dikunjungi. Bukan saja karena keindahan bangunan tua yang masih terjaga keutuhannya alamnya saja, tapi kota ini memiliki sejarah Islam yang harus kita ketahui.
Berbeda dengan Wuhan tempat saya bermukinm saat ini, yaitu Masjid di Wuhan jauh lebih sedikit daripada Kota Xi’an. Wuhan memiliki lebih kurang empat masjid yang berdiri di Kota Wuhan Provinsi Hubei ini dan menariknya Xi’an memiliki dua puluhan lebih masjid seperti yang di katakan oleh salah seorang muslim di Kota Xi’an yang bernama Musa Abdullah, dan ini membuat kami sangat mudah untuk beribadah dan terasa di kampung sendiri.
Hal yang tak kalah penting dari kita sebagai seorang Muslim ialah untuk bisa hidup dengan tenang baik itu dalam beribadah maupun dalam perkara makanan halal. Maka dari itu, Kota Xi’an adalah satu tempatnya yang terbilang cukup nyaman bagi kita sebagai Muslim merasa lebih dekat dengan Kota Xi’an seperti halnya daerah kita sendiri.
Kami cukup senang berada di Kota Xi'an kami bisa menikmati makanan halal dan beribadah bisa di Masjid. Untuk jenis makanan disini adalah mie, roti, sate kambing dan juga jenis makanan lainnya yang pastinya Halal dikonsumsi untuk kita sebagai seorang Muslim, namun kebanyakan warung-warung di sana cuma sedikit yang menyediakan yang menyediakan makanan jenis nasi yang menjadi makanan pokok kita sebagai orang Aceh khususnya.

Kamis, 07 Januari 2016

Wuhan, Kota yang Tiap Hari Berbeda

OLEH HELMI SUARDI, Mahasiswa UIN Ar-Raniry, penerima Beasiswa China Scholarship Council pada Program Master of Education di Huazhong University of Science and Technology, melaporkan dari Tiongkok
       EMPAT bulan sudah saya tinggalkan Aceh, bermukim di Cina untuk melanjutkan studi. Sejauh yang saya rasakan dan amati, negeri ini indah, khususnya Wuhan, tempat saya kuliah. Tidak salah bila banyak orang menyebut Cina atau Tiongkok adalah salah satu negara di Asia yang patut dikunjungi. Bukan saja karena keindahan alamnya, tapi juga karena negara ini memiliki beragam budaya dan tradisi yang masih terjaga sejak ribuan tahun silam. Lanjut membaca

http://aceh.tribunnews.com/2016/01/04/wuhan-kota-yang-tiap-hari-berbeda

Jumat, 01 Januari 2016

Managemen Kepemimpinan



BAB I
 PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Di kehidupan kepemimpinan zaman sekarang, para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, serta kualitas kehidupan kerja dan tingkat prestasi organisasi tersebut. Oleh karena itu, peran pemimpin sangat penting dalam sebuah organisasi. Maka akan timbul berbagai pemahaman yang berbeda-beda pula, misalnya ada yang mengatakan bahwa pemimpin yang efektif dan efisien itu memiliki karisma, berpandangan kedepan, arif dan bijaksana, intensias dan keyakinan diri, dan masih banyak pemahaman lainnya lagi. Topik permasalahan ini yang akan kami bahas dalam makalah ini.
Bagaimana pun juga, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh seorang pemimpin tersebut dalam pengarahan adalah factor penting efektivitas manajer. Bila sebuah organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas-kualitas dalam menseleksi kepemimpinan, maka kualitas organisasi tersebut juga akan meningkat tinggi. Dan bila organisasi juga dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku dan teknik tersebut, maka efektifitas personalia dan organisasi juga dapat dicapai.
B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, banyak persoalan atau permasalahan menarik dan perlu dikaji dari pembahasan “Manajemen Kepemimpinan”. Adapun permasalahannya sebagai berikut :
1.      Bagaimana pengertian manajemen kepemimpinan ?
2.      Bagaimana pendekatan-pendekatan studi kepemimpinan ?
3.      Bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan ?
4.      Bagaimana gaya kepemimpinan ?
5.      Bagaimana kepemimpinan yang strategis
A.    TUJUAN PENULISAN

Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah, secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan ini adalah ingin memaparkan tentang Manajemen Kepemimpinan . Tujuan tersebut kemudian dijabarkan ke dalam tujuan khusus, yaitu sebagai berikut :
1.      Ingin mengetahui bagaimana pengertian manajemen kepemimpinan.
2.      Ingin pendekatan-pendekatan studi kepemimpinan.
3.      Ingin mengetahui prinsip-prinsip kepemimpinan.
4.      Ingin mengetahui gaya kepemimpinan.
5.      Ingin mengetahui kepemimpinan yang strategis.










BAB II
 PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan dari seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain itu bertingkah laku sesuai apa yang di kehendaki oleh pemimpin tersebut[1]. Disini kami akan mengambil pengertian menurut Stoner. Ia berkata bahwa kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sebuah struktur organisasi yang memiliki keterhubungan yang erat antara tugas-tugas mereka. Dari pengertian tersebut terdapat tiga implikasi penting, yaitu sebagai berikut.
1.      Kepemimpinan menyangkut orang lain
2.      Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang seimbang
3.      Kepemimpinan merupakan pengaruh. Kepemimpinan (Leadership) merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar dapat mencapai tujuan dan sasaran. Kepemimpinan merupakan cakupan dari manajemen, tetapi manajemen bukan hanya mencakup kepemimpinan, masih ada fungsi-fungsi lain, seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.

B.     PENDEKATAN-PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN
Dalam kepemimpinan terdapat tiga pendekatan yang mendasar, yaitu dapat kita lihat dari skema dibawah ini.
1.      Pendekatan Sifat-sifat Kepemimpinan
Para teoritisi percaya bahwa kepemimpinan mempunyai sifat-sifat tertentu yang akan menjadikan mereka dapat ditiru dan arahan mereka juga diikuti.
            Terdapat beberapa penemuan lanjutan dari sifat-sifat kepemimpinan sebagai berikut:
Menurut Edwin Ghiselli, sifat-sifat kepemimpinan dapat dilihat dari kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory bility), Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, kecerdasan, ketegasan (decisiveness), Kepercayaan diri, dan inisiatif.
Menurut Keith Davis, mengikhtisarkan 4 unsur sifat-sifat kepemimpinan yang berpengaruh pada kesuksesan kepemimpinan organisasi, yaitu; 1) Kecerdasan, 2) Kedewasaan dan keluasaan hubungan sosial, 3 ) Motivasi diri dan dorongan prestasi, dan 4) sikap-sikap hubungan duniawi.
2.      Pendekatan Perilaku Kepemimpinan
Pendekatan perilaku memusatkan pada dua aspek perilaku kepemimpinan, yaitu fungsi-fungsi dan gaya-gaya kepemimpinan.Factor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan adalah sebagai berikut:[2]
Dan ada pula variable-variabel yang mempengaruhi kepemimpinan tersebut yang diklasifikasikan sebagai faktor-faktor makro dan factor-faktor mikro, seperti ditunjukkan berikut ini.
3.      Pendekatan Situaasional “Contingency”
Pendekatan ini menggambarkan bahwa gaya yang digunakan adalah bergantung pada faktor-faktor seperti situasi, karyawan, tugaas, organisasi dan variable-variabel lingkungan lainnya.
C.    PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN
Prinsip-prinsip kepemimpinan yang secara umum berlaku, yaitu:[3]
a.       Kontruktif  artinya pemimpin harus mendorong dan membina setiap staf untuk berkembang secara optimal.
b.      Kreatif artinya pemimpin harus selalu mencari gagasan dan cara baru dalam melaksanakan tugasnya.
c.       Partisipatif artinya mendorong keterlibatan semua pihak yang terkait dalam setiap kegiatan.
d.      Rasional dan obyektif artinya dalam melaksanakan tugas atau bertindak selalu berdasakan pertimbangan rasional dan obyektif.
e.       Keteladanan artinya dalam kepemimpinan, pemimpin dapat member contoh yang baik.
f.       Dll
Dalam  pelaksanaannya, keberhasialan kepemimpinan sangat dipengaruhi hal-hal sebagai berikut:[4]
a.       Kepribadian yang kuat. Pemimpin harus mengembangkan pribadi yang:percaya diri, berani, bersemangat, murah hati, dan memiliki kepekaan social.
b.      Pengetahuan yang luas. Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang luas tentang bidang tugasnya maupun bidang lain yang terkait.
c.       Ketrampilan professional yang terkait dengan tugasnya sebagai pemimpin, yaitu:
v  Ketrampilan teknis.
v  Ketrampilan hubungan kemanusiaan.
v  Ketrampilan konseptual.
D.    GAYA KEPEMIMPINAN
Banyak terdapat gaya kepemimpinan yang dilakukan para pemimpin untuk menghadapi bawahan mereka. Berikut merupakan beberapa gaya kepemimpinan menurut orientasi yang berbeda-beda.
a)        Gaya kepemimpinan berorientasi pada tugas Pemimpin memberikan petunjuk kepada bawahan.
Pemimpin selalu mengadakan pengawasan secara ketat terhadap bawahan. Pemimpin meyakinkan kepada bawahan bahwa tugas harus dilaksanakan dengan keinginannya.Pemimpin lebih menekankan kepada pelaksanaan tugas daripada pembinaan dan pengembangan.
b)     Gaya kepemimpinan berorientasi pada karyawan
Pemimpin lebih memberikan motivasi daripada pengawasan kepada bawahan. Pemimpin lebih melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan
Pemimpin lebih bersifat kekeluargaan, saling percaya dan kerjasama, saling percaya dan kerjasama, saling menghormati di antara anggota kelompok.
c)      Kepemimpinan gaya otokratis
Gaya kepemimpinan yang memberikan perintah dan mengharap mereka dipatuhi tanpa pertanyaan.
d)     Kepemimpinan gaya kebapakan
Kepemimpinan kebapakan adalah pemimpin yang bersikap dan bertindak dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya sebagai seorang bapak terhadap anak-anaknya.

e)      Kepemimpinan gaya demokratis
Gaya kepemimpinan yang biasanya meminta masukan dari bawahan-bawahannya sebelum membuat keputusan tetapi teta memegang kekuatan akhir pembuat keputusan.
f)       Gaya kepemimpinan berdasarkan ilmu
Adalah kepemimpinan yangberdasarakan ilmu pengetahuan, terutama dalam membuat keputusan.
g)      Contingency approach
Pendekatan gaya kepemimpinan yang berkeyakinan bahwa perilaku pemimpin yang tepat dalam situasi apapun bergantung pada elemen-elemen yang unik dalam situasi tersebut.

E.     KEPEMIMPINAN YANG STRATEGIS
Setiap permasalahan kepemimpinan selalu meliputi 3 unsur. Pertama, unsur manusia, yaitu melaksanakan kegiatan memimpin atas sejumlah manusia lainnya yang dipimpinnya. Kedua, unsur sarana. Prinsip dan tehnik kepemimpinan yang digunakan dalam pelaksanaan kepemimpinan termasuk bakat dan pengetahuan serta pengalaman kerja. Dan ketiga adalah unsur tujuan. Dari ketiga unsur ini dapat kita simpulkan bahwa keberhasilan kepemimpinan dapat diliputi melalui syarat, watak, ciri, gaya, sifat, prinsip, tehnik, asas dan jenis kepemimpinan sebagai pedoman kerja.
Kepemimpinan akan berjalan efektif, disegani, dan memiliki derajat tinggi, dan bila pemimpin memiliki tiga kelebihan lagi, yaitu rasio atau intelektual, rohaniah dan jasmaniah.
v  Kelebihan rasio meliputi:
Ø  Pengetahuan tentang tujuan organisasi
Ø  Pengetahuan tentang asas-asas organisasi
Ø  Pengetahuan tentang cara memutar roda organisasi
Ø  Tercapainya tujuan organisasi secara maksimal
v  Kelebihan dalam rohaniah meliputi
Ø  Keluhuran budi pekerti
Ø  Ketinggian moralitas
Ø  Kesederhanaan watak
Kelebihan dalam bidang jasmaniah meliputi badan atau fisik yang sehat dan memungkinkan untuk jadi contoh dalam prestasi sehari-hari.
1.      Metode Pendekatan dan Pengarahan
Metode yang digunakan untuk mengarahkan agar kepemimpinan efektivitas, dalah sebagai berikut:
Ø  Metode persuasive (membujuk).
Ø  Metode implikatif (melibatkan).
Ø  Metode sugestif (menganjurkan).
Ø  Metode diskusi
Ø  Advise (nasehat)
Ø  Induecement (paksaan)
2.      Faktor Pendukung
Faktor pendukung yang paling utama dalam kepemimpinan adlah Situasi dan Kondisi Lingkungan. Oleh karena itu, pemimpin wajib berusaha untuk menguasai lingkungan yang dihadapi menjadi suatu kondisi yang menguntungkan. Hal ini dapat diatasi dengan cara sebagai berikut:
Ø  Mengadakan komunikasi
Ø  Memiliki kepekaan social yang tinggi
Ø  Mengetahui kebutuhan materil dan spiritual lingkungan
Ø  Memiliki kemampuan inovasi yang menguntungkan lingkungan
Ø  Memberikan pertolongan tanpa pamrih
Ø  Mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan dan norma yang baik
Keberhasilan dan kegagalan kepemimpinan dapat ditandai dengan moril pemimpin tersebut. Moril merupakan keadaan jiwa dan emosional seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi moril adalah sebagai berikut:
Ø  Kepemimpinan atasan
Ø  Kepercayaan dan keyakinan akan kebenaraan
Ø  Penghargaan atas penyelesaian tugas
Ø  Solidaritas dan kebanggaan organisasi
Ø  Pendidikan dan organisasi
Ø  Kesejahteraan dan rekreasi
Ø  Kesempatan untuk mengembangkan bakat
Ø  Struktur organisasi
Ø  Pengaruh dari luar.
3.      Karakter Kepemimpinan
Setiap pemimpin harus mempunyai corak kepribadian sendiri yang dapat dilihat dari sikap pemimpin tersebut. Sebagai pemimpin harus mampu memberikan bimbingan dan tuntunan agar dapat menjadi teladan dalam bidang apapun serta mampu melahirkan pemimpin baru.



BAB III
KESIMPULAN

Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan dari seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain itu bertingkah laku sesuai apa yang di kehendaki oleh pemimpin tersebut.
Setiap permasalahan kepemimpinan selalu meliputi 3 unsur. Pertama, unsur manusia, yaitu melaksanakan kegiatan memimpin atas sejumlah manusia lainnya yang dipimpinnya. Kedua, unsur sarana. Prinsip dan tehnik kepemimpinan yang digunakan dalam pelaksanaan kepemimpinan termasuk bakat dan pengetahuan serta pengalaman kerja. Dan ketiga adalah unsur tujuan. Dari ketiga unsur ini dapat kita simpulkan bahwa keberhasilan kepemimpinan dapat diliputi melalui syarat, watak, ciri, gaya, sifat, prinsip, tehnik, asas dan jenis kepemimpinan sebagai pedoman kerja.
















DAFTAR PUSTAKA

Burhanuddin. Analisis Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta: 1994
Jamaluddin Idris. Manajemen Sekolah. Banda Aceh: 2005
Kusmintardjo, Burhanuddin. Dasar-dasar Manajemen Pendidikan, Jakarta: 1997





[1] Burhanuddin. Analisis Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan kependidikan, Bumi Aksara, Jakarta: 1994. hal. 121
[2] Kusmintardjo dan Burhanuddin.Dasar-dasar Manajemen pendidikan,Jakarta: 1997. hal. 76
[3] Jamaludin Idris. Manajemen Sekolah,Banda Aceh: 2005. hal.9-10
[4] Jamaludin Idris. Manajemen Sekolah,...hal.8-9

Xi’an, Kota Tua yang Penuh Sejarah

Saat liburan musim dingin tiba, saya bersama sahabat berinisiatif membulatkan tekad untuk sebuah perjalanan yaitu untuk dapat mengunjungi ...