Saat liburan musim dingin tiba, saya bersama sahabat
berinisiatif membulatkan tekad untuk sebuah perjalanan yaitu untuk dapat
mengunjungi kota-kota dimana penuh dengan sejarah Islam dan keindahan akan bangunan-bangunan
yang sudah di bangun ribuan tahun lalu dan masih terjaga sampai sekarang ini.
Tidak afdhal rasanya kita sebagai muslim jika sudah
bermukim di China ( Tiongkok) dalam jangka waktu yang sedikit lama tidak dapat
mengunjungi kota dimana kota pertama masuknya Islam yang kaya akan sejarah ini.
Situs-situs
sejarah peninggalan zaman kerajaan yang masih utuh dan berdiri kokoh di kota
Xi’an menjadi hal yang sangat menarik untuk kita kunjungi dan menambah
lengkapnya mozaik wisata di kota penuh sejarah ini.
Negara China yang penduduknya lebih dominan tidak memiliki
keyakinan atau atheisme, namun Islam semakin eksis di tengah-tengah belantara
yang penduduknya yang komunis. Walaupun China ini berpemahaman atheis yg lebih
di kenal oleh masyarakat luas namun Islam berkembang di dalamnya, sebagian
besar terkonsentrasi di, Xinjiang, Ningxia, Gansu, Qinghai dan khususnya Xi’an
yang sudah sayadi kunjungi ini juga menyebar di daerah-daerah lain. Dan
berharap lebih banyak untuk bisa menjelajahi dan tau lebih banyak lagi tentang
perkembangan Islam di negeri Minoritas Muslim ini yang berada di kota-kota lain.
Kota Xi'an merupakan ibukota dari provinsi Shaanxi di
negara Republik Rakyat Tiongkok. Kota Xi'an merupakan kota tujuan kami pada
liburan musim dingin ini. Kami berkunjung ke kota tersebut karena banyak cerita
menarik dari masyarakatnya, kami tiba di Kota Xi'an pada pagi hari setelah
melakukan perjalanan selama 13 jam melalui jalur darat dari Kota Wuhan menuju Kota
Xi'an, kami menggunakan transportasi kereta api. Dalam jangka waktu dua hari
kami memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk bisa mengunjungi lebih
banyak tempat dimana akan banyak sejarahnya.
Sesampai di sana, saya langsung terlihat sebuah dinding
besar tembok besar atau lebih di kenal dengan City Wall yang terbentang di Kota
Xi’an, yang hampir sama halnya dengan
Tembok Besar atau bahasa kerennya ialah Great Wall yang ada di pusat Ibukota
yaitu di Beijing. Dan ini membuat saya semakin bersemangat untuk memulai sebuah
pertualangan.
Dalam perjalanan kami, lirikan mata dan buah bibir
orang-orang China tertuju pada kami di karenakan kami terlihat asing bagi
mereka apalagi teman kami menggunakan Jilbab, bahkan ada yang bertanya langsung
kepada kami dari mana datangnya untuk menghilangkan rasa penasarannya diri
mereka terhadap kami.
Berkunjung ke Kota Xi’an tanpa mengunjungi masjidnya tentu saja
terasa tidak lengkap karena disanalah jantung kampung Muslim yang sesungguhnya.
Masjid tersebut berada di tengah kawasan, yang mana untuk menuju kesana kita
mesti melewati lorong-lorong di antara toko-toko penjual pernak pernik, cindera
mata dan pakaian juga makanan.
Salah satu yang tergambarkan dipikiran oleh kita ialah
setiap Mesjid itu berkubah besar dan khas Arabnya, namun berbeda dengan di
China Khususnya Kota Xi’an. Keindahan Masjid tertua di Negara China dengan
mengkombinasikan gaya arsitektur China dan Arab, Kota Xi'an adalah bukti
sejarah bekembangnya umat musim di China. Masjid ini memiliki arsitektur
seperti seperti kuil tradisional China, dengan banyak halaman dan pagoda. Namun
semakin ke dalam, akan semakin terasa nuansa islaminya, berupa hiasan kaligrafi
Arab dan China.
Keindahan dan kebersihan Kota Tua ini membuat
terkagum-kagum dan mata dimanja oleh keunikannya juga ke klasikan bangunan yang
masih terjaga seperti sediakalanya. Kini Kota Xi’an telah menjadi kota
megapolitan di China, namun berbagai peninggalan sejarah kota yang pernah
menjadi ibu Kota kerajaan China kuno tersebut dapat dengan mudah dijumpai
karena tetap dilestarikan dan dirawat dengan baik.
Kota
Xia’an adalah salah satu kota yang berada
di China yang patut dikunjungi. Bukan saja karena keindahan bangunan tua yang
masih terjaga keutuhannya alamnya saja, tapi kota ini memiliki sejarah Islam
yang harus kita ketahui.
Berbeda dengan Wuhan tempat saya bermukinm saat ini, yaitu
Masjid di Wuhan jauh lebih sedikit daripada Kota Xi’an. Wuhan memiliki lebih
kurang empat masjid yang berdiri di Kota Wuhan Provinsi Hubei ini dan
menariknya Xi’an memiliki dua puluhan lebih masjid seperti yang di katakan oleh
salah seorang muslim di Kota Xi’an yang bernama Musa Abdullah, dan ini membuat
kami sangat mudah untuk beribadah dan terasa di kampung sendiri.
Hal yang tak kalah penting dari kita sebagai seorang Muslim
ialah untuk bisa hidup dengan tenang baik itu dalam beribadah maupun dalam
perkara makanan halal. Maka dari itu, Kota Xi’an adalah satu tempatnya yang
terbilang cukup nyaman bagi kita sebagai Muslim merasa lebih dekat dengan Kota
Xi’an seperti halnya daerah kita sendiri.
Kami cukup senang berada di Kota Xi'an kami bisa menikmati
makanan halal dan beribadah bisa di Masjid. Untuk jenis makanan disini adalah mie,
roti, sate kambing dan juga jenis makanan lainnya yang pastinya Halal dikonsumsi
untuk kita sebagai seorang Muslim, namun kebanyakan warung-warung di sana cuma
sedikit yang menyediakan yang menyediakan makanan jenis nasi yang menjadi
makanan pokok kita sebagai orang Aceh khususnya.